Figuran
Ketika aku bercermin, melihat pantulan diriku, menatap wajah dengan pandangan sendu yang seringkali mengeluh tentang takdirnya. Yang sering berharap bahwa ia hanya sedang bermimpi di balik sebuah ujiannya. Figuran? Semua tau itu. Terkadang aku berharap bisa cukup untuk orang lain. Aku berharap ada seseorang yang takut kehilangan diriku. Aku ingin berarti di kehidupan orang lain. Na'asnya, aku lupa, kalau aku hanya figuran di cerita orang lain. Aku terlalu percaya diri bisa menjadi pemeran kedua yang selalu berdiri di samping pemeran utama. Ibarat kata dalam sebuah film adalah pasangan pemeran utama. Aku terlalu berani untuk mengambil langkah menuju barisan paling depan. Kalau dalam dunia film, orang orang akan berlomba-lomba mengikuti casting dan melewati berbagai macam tahap dan pengalaman hingga sampai mendapatkan peran penting dalam sebuah cerita. Iya, aku begitu. Lelahnya berusaha menjadi setidaknya peran penting dalam kehidupan orang lain, sayangnya aku selalu saj...