Posts

Showing posts from May, 2025

Figuran

Image
Ketika aku bercermin, melihat pantulan diriku, menatap wajah dengan pandangan sendu yang seringkali mengeluh tentang takdirnya. Yang sering berharap bahwa ia hanya sedang bermimpi di balik sebuah ujiannya. Figuran? Semua tau itu. Terkadang aku berharap bisa cukup untuk orang lain. Aku berharap ada seseorang yang takut kehilangan diriku. Aku ingin berarti di kehidupan orang lain. Na'asnya, aku lupa, kalau aku hanya figuran di cerita orang lain.  Aku terlalu percaya diri bisa menjadi pemeran kedua yang selalu berdiri di samping pemeran utama. Ibarat kata dalam sebuah film adalah pasangan pemeran utama. Aku terlalu berani untuk mengambil langkah menuju barisan paling depan. Kalau dalam dunia film, orang orang akan berlomba-lomba mengikuti casting dan melewati berbagai macam tahap dan pengalaman hingga sampai mendapatkan peran penting dalam sebuah cerita. Iya, aku begitu. Lelahnya berusaha menjadi setidaknya peran penting dalam kehidupan orang lain, sayangnya aku selalu saj...

RAYA?

Image
  Tau arti dari kata hari ini? Raya. Empat huruf dengan beribu-ribu makna dan kenangannya. Suara takbir yang di putar setiap sudut menandakan sebuah kemenangan bagi umat yang merayakan.  Menyiapkan baju baru, dan merapikan rumah. Semua harus terlihat indah dan bagus di hari itu. Berlomba-lomba menghias dan membersihkan rumah menjadi yang terbaik di hari itu. Mau dengar cerita? Dulu, ada seorang anak perempuan yang sangat disayangi dan di manjakan oleh kedua orang tuanya. Gadis kecil yang lucu dan penuh tawa selalu menghiasi suasana rumah. Di hari raya, gadis itu bersiap dengan pakaian paling cantik yang baru dia beli bersama ibunya. Baju panjang dengan motif bunga di setiap gambarnya, sangat amat cantik. Gadis kecil yang selalu bersemangat lebih awal dan bangun lebih pagi hanya untuk mengecek apakah sudah waktunya sholat eid atau belum.  Anak itu selalu terlihat bahagia. Dilihat dari senyumnya yang tulus dan manis, dia tidak pernah berbohong soal ekspresi. Saa...

NEKAT UNTUK SEBUAH IMPIAN

Image
Terkadang sebuah impian yang tidak terwujud memang sakit. Menjadi sesuatu yang sangat amat menyakitkan. Apalagi impian yang telah di bangun dari kecil. Apakah ada seseorang meraih impiannya semudah mengganti lembaran saat membaca buku? Tidak. Semua punya ujian, tingkat kesulitannya masing-masing sesuai porsi kemampuan mereka. Tapi, pernah tidak kamu berpikir, kenapa aku gak semulus jalan orang lain? Pikiran kuno. Itu terjadi sama semua orang. Kita iri dengan mereka, mereka pasti merasa iri dengan orang yang lebih di atas mereka, begitu seterusnya dan sebaliknya. Tanpa kita sadari, pasti ada orang yang iri dengan kehidupan kita, dengan apa yang kita dapatkan. Mau dengar cerita? Aku pernah membaca satu cerita kuno, yang membosankan. Karena aku lebih menyukai novel remaja modern ketimbang membaca buku kuno. Tapi, ada satu bagian yang membuatku yakin, bahwa perjuangan itu gak akan sia sia dan pasti ada hasilnya. Karena buku ini aku meminta rekomendasi dari google, sebuah contoh...

SECUKUPNYA

Image
Sebuah pena, menari lincah di atas kertas mengeluarkan tintanya dari kata ke kata lain menjadi sebuah kalimat. Jari pun sama, menari di atas keyboard ponsel dengan lihai mengetik setiap bait kata untuk mengekspresikan perasaan yang sulit di jelaskan. Sakit, kecewa, sedih, senang, marah, semua adalah ekspresi diri. Lalu bagaimana caranya mengekspresikan sesuatu yang kita sendiri tidak tau itu marah, sedih, kecewa atau apa? Terkadang, sebuah perasaan sedih itu muncul ketika ada suatu hal yang kurang pas menurut kita.  Pernah dengar kalimat "Manusia tempatnya kecewa, maka jangan berharap pada manusia" Pernah? Pasti pernah.. Kata-kata yang sudah sangat umum itu tidak mungkin asing di pendengaran kita. Memang benar, manusia tempatnya kecewa. Sebesar apapun harapan yang kamu inginkan dari seseorang, kamu gak bakalan bisa mewujudkan harapan itu sesuai kemauan kamu. Letakan harapan itu pada yang menciptakan kita, pada zat yang maha agung, aku yakin, kamu gak bakalan kecew...

TIANG YANG ROBOH

Setiap langkah seorang anak perempuan harusnya di dampingi oleh cinta pertamanya. Siapa? Ayahnya.   Kata orang, keluarga adalah tiang kehidupan. Lalu bagaimana jika salah satu tiang yang harusnya menjadi penahan bangunan itu roboh? Berharap pada apa bangunan itu bisa kembali utuh? Pada anak pertama yang sudah merasakan susahnya kehidupan orang tuanya? Pada anak kedua yang terbiasa diberi kasih sayang dan tidak pernah dibiarkan sendiri? Atau justru pada anak ketiga?   Lalu, siapa yang akan menjadi penopang ketika tiang utama itu hilang? Bukankah dunia terasa berbeda tanpa keberadaan ayah yang melindungi dan menyemangati? Haruskah mereka terus berjalan dengan kekosongan itu, atau malah tumbuh dengan cara yang baru—berdiri sendiri, lebih kuat dari yang mereka kira, karena dunia tidak akan menunggu? Semua bisa dilakukan dengan kerja sama. Iya, tiga anak dengan pandangan mereka yang berbeda. Namun, apakah yakin mereka bisa membuat bangunan itu kuat tanpa ada yang menyeman...