Figuran


Ketika aku bercermin, melihat pantulan diriku, menatap wajah dengan pandangan sendu yang seringkali mengeluh tentang takdirnya. Yang sering berharap bahwa ia hanya sedang bermimpi di balik sebuah ujiannya.

Figuran?

Semua tau itu. Terkadang aku berharap bisa cukup untuk orang lain. Aku berharap ada seseorang yang takut kehilangan diriku. Aku ingin berarti di kehidupan orang lain. Na'asnya, aku lupa, kalau aku hanya figuran di cerita orang lain. 

Aku terlalu percaya diri bisa menjadi pemeran kedua yang selalu berdiri di samping pemeran utama. Ibarat kata dalam sebuah film adalah pasangan pemeran utama. Aku terlalu berani untuk mengambil langkah menuju barisan paling depan.

Kalau dalam dunia film, orang orang akan berlomba-lomba mengikuti casting dan melewati berbagai macam tahap dan pengalaman hingga sampai mendapatkan peran penting dalam sebuah cerita. Iya, aku begitu. Lelahnya berusaha menjadi setidaknya peran penting dalam kehidupan orang lain, sayangnya aku selalu saja lupa kalau aku hanya figuran.

Berfungsi saat di butuhkan, lalu kembali lalu lalang ketika sudah selesai. 

Apa artinya itu? Ketika seseorang dengan bangganya mengakui sesuatu hal, yang membuat aku merasa tersudut. 

Aku selalu bertanya-tanya, kemudian menjawabnya sendiri, lalu kembali bertanya, dan menjawabnya sendiri supaya diriku tetap dalam kendali.

Entah sudah kali keberapa aku berusaha melawan hancurnya mentalku. Entah sudah kali keberapa aku berusaha mempertahankan kewarasanku. Entah sudah kali keberapa aku selalu merasa kurang cukup untuk seseorang. Entah sudah kali keberapa aku selalu dan selalu berusaha baik untuk di cintai dan di anggap penting bagi mereka.

Jauh, sangat jauh. Aku memaksa diriku untuk terus bertahan dalam kewarasan yang aku pun tak tau kapan terakhir kali aku merasa lebih baik.

Ketakutan dan rasa panik yang selalu muncul kadang di sepelekan. Apa mereka seegois itu? Menyepelekan sesuatu yang mereka sendiri tidak tau, bagaimana kerasnya dia melawan rasa takut itu.

Setelah semua perjalanan panjang yang aku lewati, aku hanya berharap pada Sang pencipta untuk memberikan aku ending bahagia dengan peranku yang lebih baik dan lebih berarti.

Tidak lagi mengemis perhatian pada orang lain. Aku berharap beberapa dari mereka bisa ikut merasakan, rasanya di anggap kurang oleh orang yang menurut mereka berarti, padahal mereka selalu berusaha untuk terlihat baik agar di sayangi dan di cintai. Berharap ada walau hanya sebentar. 

Berharap ada seseorang yang juga takut kehilangan aku walau hanya sebentar. Seperti aku yang merasakan hal yang sama saat bersama mereka.



Popular posts from this blog

TIANG YANG ROBOH

SECUKUPNYA

RAYA?