SECUKUPNYA
Sebuah pena, menari lincah di atas kertas mengeluarkan tintanya dari kata ke kata lain menjadi sebuah kalimat.
Jari pun sama, menari di atas keyboard ponsel dengan lihai mengetik setiap bait kata untuk mengekspresikan perasaan yang sulit di jelaskan.
Sakit, kecewa, sedih, senang, marah, semua adalah ekspresi diri. Lalu bagaimana caranya mengekspresikan sesuatu yang kita sendiri tidak tau itu marah, sedih, kecewa atau apa?
Terkadang, sebuah perasaan sedih itu muncul ketika ada suatu hal yang kurang pas menurut kita.
Pernah dengar kalimat "Manusia tempatnya kecewa, maka jangan berharap pada manusia"
Pernah?
Pasti pernah..
Kata-kata yang sudah sangat umum itu tidak mungkin asing di pendengaran kita.
Memang benar, manusia tempatnya kecewa.
Sebesar apapun harapan yang kamu inginkan dari seseorang, kamu gak bakalan bisa mewujudkan harapan itu sesuai kemauan kamu. Letakan harapan itu pada yang menciptakan kita, pada zat yang maha agung, aku yakin, kamu gak bakalan kecewa lagi.
Baik, buruk, senang, sedih, semua ada batasnya.
Terlalu baik, kamu di manfaatkan, atau bisa juga kamu di anggap remeh.
Terlalu buruk, bisa saja tidak ada yang mau mendekatimu. Lagi pula, siapa yang mau berteman dengan manusia yang punya sifat buruk, kan?
Terlalu senang, bisa jadi kamu akan sedih setelahnya. Entah sedih karena apa, intinya kamu pasti akan merasakan kesedihan setelah kesenanganmu.
Terlalu sedih, itu tidak baik. Sama halnya berlarut-larut dalam kesedihan, entah karena di tinggal pergi, di putuskan pacar atau hal lainnya.
Semua sudah ada porsinya masing-masing, karena percayalah, sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Jangan paksa dirimu untuk terus bersikap berlebihan. Jadi, bersikaplah sesuai porsi dirimu.