mungkin nanti?
Dalam kehidupan yang hanya sekali ini, rasanya kosong ketika tujuan yang sudah di tata tidak terarah.
Bagaimana rasanya merdeka, atas semua rasa sakit yang di terima?
Terlalu banyak.
Bahkan untuk menangis, rasanya sulit untuk mengeluarkan sebulir air mata. Bukan orang hebat, tapi berusaha menjadi hebat.
Keberanian seseorang di ukur dari bagaimana dia bisa menutup telinga dan berdamai dengan semua hal yang terjadi.
Mungkin nanti, ya?
Jalannya masih panjang, jangan menyerah hanya karena cahayanya padam. Cahaya itu bisa di nyalakan. Siapa yang bisa menyalakan cahaya itu lagi, seterang hari kemarin, selain diri ini?
Mungkin, ada saatnya, kaki ini melompat setinggi-tingginya, karena berhasil melewati duri tajam ini.
Mungkin, ada saatnya, kita bisa legowo dengan semua hal yang terjadi.
Mungkin, ada saatnya, giliran kita mengibarkan bendera kemenangan, atas hal-hal yang di kejar.
Perjalanan panjang ini tidak akan ada artinya ketika diri terus menerus dihantui rasa bersalah, rasa penyesalan, rasa takut, akan semua hal yang sudah terjadi.