Posts

Rumah.

Image
Kalau ada satu tempat yang pernah membuatku merasa aman tanpa syarat, mungkin itu rumah. Dulu, Aku bahagia. Bukan bahagia yang dipikirkan, bahagia yang begitu saja ada. Sekarang… kalau kubandingkan dengan hari ini, rasanya seperti dua kehidupan yang tak pernah saling mengenal. Kerinduan itu datang tiba-tiba. Datang saat ingatanku berhenti pada satu pagi, ayah pulang dari luar kota, membawa sekantong… bahkan dua kantong plastik berisi jajanan untukku. Aku masih anak kedua waktu itu. Masih aku. Masih dunia yang utuh. Kasih sayang orang tuaku belum terbagi ke mana-mana. Masih seratus persen jatuh ke tanganku yang kecil. Aku ingat jelas, kelas tiga sekolah dasar. Dengan langkah penuh bangga, aku membawa jajanan itu ke sekolah. Kuperlihatkan pada teman-temanku dengan senyum merekah di wajahku. Aku tak pernah merasa kurang. Tak pernah merasa sendiri. Tapi rumah… ternyata bisa rapuh. Pelan-pelan,  ia terkikis. Hujan datang tanpa izin, air merembes, kayu-kayunya lapuk oleh wakt...

tulisanku

Image

mungkin nanti?

Image
Dalam kehidupan yang hanya sekali ini, rasanya kosong ketika tujuan yang sudah di tata tidak terarah. Bagaimana rasanya merdeka, atas semua rasa sakit yang di terima? Terlalu banyak. Bahkan untuk menangis, rasanya sulit untuk mengeluarkan sebulir air mata. Bukan orang hebat, tapi berusaha menjadi hebat. Keberanian seseorang di ukur dari bagaimana dia bisa menutup telinga dan berdamai dengan semua hal yang terjadi. Mungkin nanti, ya? Jalannya masih panjang, jangan menyerah hanya karena cahayanya padam. Cahaya itu bisa di nyalakan. Siapa yang bisa menyalakan cahaya itu lagi, seterang hari kemarin, selain diri ini? Mungkin, ada saatnya, kaki ini melompat setinggi-tingginya, karena berhasil melewati duri tajam ini. Mungkin, ada saatnya, kita bisa legowo dengan semua hal yang terjadi. Mungkin, ada saatnya, giliran kita mengibarkan bendera kemenangan, atas hal-hal yang di kejar. Perjalanan panjang ini tidak akan ada artinya ketika diri terus menerus dihantui rasa bersalah, rasa p...

but, why?

Image
"Kalau kamu mah ada bapakmu", "Dia lebih kasihan dari kamu" Hey, walau hanya empat tahun tidak seatap, bukan berarti aku menjadi perempuan kuat dan hebat. Aku,, masih butuh peranmu tanpa di banding-bandingkan soal keberuntungan.  Kalau aku dekat dengan bapak, bukan berarti gak butuh peran ibu lagi kan? Aku kangen rumah kita, rumah penuh kehangatan yang mungkin gak semua orang bisa. Aku rindu wangi masakanmu setiap pagi tanpa ada kata "yaudah kamu disana aja biar pengeluaran gak banyak." Tapi gak apa-apa.. Dari situ aku belajar kalau tinggal sendiri ternyata gak semenakutkan itu dan ternyata lebih enak tinggal sendiri. Apa kalian tau bagaimana aku di malam hari? Apa kalian dengar tangisan itu? Apa kalian lihat badan yang gemetar dan berkeringat itu? Apa kalian sadar dengan emosiku yang selalu gak stabil? Apa kalian sadar dengan perubahan sifatku? Tidak kan? Jelas.  Saat awal bertemu pun aku sempat bergumam "Ternyata sudah banyak hal yang ak...

introduction

Image
01 februari 2025 Hai! Kenalin ya, aku Devita. Aku gak tau ini akun keberapa aku karena, aku udah punya empat(?) hahaha.. Sebelum mulai, mari kita kenalan untuk membuka semua sesi postingan dan kisah-kisah aku yaa. Aku sengaja buat disini biar ada privasi dan gak mau siapapun tau. Oh iya, aku lahir di Banggai tepat pada tanggal 28 Oktober 2006, yang artinya di tahun ini aku masuk 19 tahun. Gak nyangka, perjalanan 19 tahun aku yang begitu penuh suka dan duka tapi sangat amat bersyukur bisa sampai di titik ini. Warna favorit aku itu baby pink, tapi kalau gak nemu warna itu, aku bisa terima warna lain kata burgundy, maroon, coklat, hijau dan lilac. Aku sukaaaaa bangettt makan risol sama bakso bakar! Di tempatku sebelumnya ada yang jualan risol pas pagi hari dan malemnya bakso bakar, top deh. Aku pengen jadi artis😫, di kesibukan aku yang gak terlalu sibuk juga, aku kadang nulis novel gitu walaupun alurnya kadang ngestuck. Aku suka curhat di buku, note hp atau di akun pribadi ak...

IN ANOTHER LIFE

Image
In another life, aku berharap aku bisa jadi anak yang tumbuh di sela-sela kebahagiaan yang tidak akan pernah terpecahkan.  In another life, aku berharap aku gak pilih jalan itu dan masih terus melanjutkan hidupku. Menanti hari-hari indah tanpa bayang-bayang itu. In another life, aku berharap aku bisa jadi anak yang lebih kuat dan tidak merasakan canggung setelah sekian lama tidak bertemu. In another life, aku berharap kejadian itu hanyalah mimpi dan dosa yang harus aku tebus agar tidak menjadi beban dan ingatan sakit buat aku. In another life, aku, mama, papa bisa menjadi layaknya keluarga yang saling terbuka dan penuh kasih sayang. In another life, aku berharap gak kenal sama orang "itu" dan gak pilih jalan yang penuh dosa hanya karena haus perhatian dan kasih sayang. In another life, aku bisa ngerasain bahagia seperti dia yang bahagia tanpa beban sedikitpun. In another life, aku bisa kejar mimpiku menjadi seorang psikolog tanpa halangan biaya dan apapun itu sepe...

UNGKAPAN

Image
Kenapa? Kenapa sesusah itu untuk mengungkapkan sebuah perasaan? Entah perasaan senang atau sedih.. Setiap hari, aku selalu berpikir, akankah kisahku seindah novel yang ku baca? Yang berakhir bahagia, atau.. Apakah akan berakhir sedih? Sebenarnya disaat seperti ini, pertanyaan seperti "Apa yang kamu kejar? Sampai sesedih itu?" patut di tanyakan di saat keadaan sedang sedih-sedihnya atau keadaan sedang merasa kalau I can't necessarily make other people happy when I myself am still trapped in dark shadows. Apa arti bahagia? Mendapatkan semuanya? Menjadi paling beruntung? Tapi dalam hidupku, dalam konteks apa? Mengejar apa yang tidak seharusnya, sampai lelah, letih sendirian. Apa bisa ku buatkan satu pesan untuk kamu? Untuk orang yang sempat membuat diriku hilang, kehilangan arah bahkan hampir kehilangan akal sehatku?  Seperti daun yang kering, bertahan sekuat pun kalau sudah kering akan jatuh juga. Bahkan ada yang belum kering tapi jatuh karena rusak. Sorong, 08 ...